Abalon merupakan salah satu komoditi perikanan laut yang memiliki prospektif tinggi di Indonesia karena nilai jualnya yang cukup mahal dalam pangsa pasar internasional dan ketersediaannya masih di bawah permintaan pasar.

Induk Abalon yang Siap di Pasarkan
Induk Abalon yang Siap di Pasarkan

Apakah itu Abalon atau Abalone ?

Abalone, hewan sejenis kerang-kerangan ini memang sudah sangat populer di kalangan atas sebagai bahan masakan yang sangat mewah.

Induk Abalon yang Siap di Pasarkan
Induk Abalon yang Siap di Pasarkan

Abalon merupakan kelompok moluska laut yang tergolong dalam genus Haliotis, famili Haliotidae, kelas Gastropoda yang hidup di zona intertidal dan sublitoral hingga kedalaman 10 m.

Abalon memiliki habitat di perairan karang yang umumnya hidup secara bergerombol. Abalon merupakan salah satu kelompok Gastropoda yang paling bernilai ekonomis tinggi untuk konsumsi.

Abalon dikenal di zaman kuno sebagai “obat mujarab kehidupan” dan sebagai “kaisar kerang” yang merupakan salah satu produk seafood yang bernilai jual mahal di seluruh dunia.

Alasan Kenapa Abalon merupakan salah satu yang menjadi primadona yang “menjanjikan” para petani ikan.

  • Kerang Abalon memiliki nila jual yang tinggi dan memiliki daya ekspor yang menjanjikan di pasar Lokal dan Internasional. Permintaan terhadap abalon meningkat pesat, terutama dari pasar internasional. Jepang, Cina, Hong Kong, Taiwan, dan sejumlah negara Eropa menjadi pasar terbesar abalon.
  • Ketersedian produk ini makin berkurang dengan pangsa pasar yang besar.
  • Masa depan budidaya kerang abalon sangat baik mengingat lahan yang cocok sangat di Indonesia sangat luas.
  • Abalon memilik nilai jual yang tinggi (mahal), dan penggemar abalon terus meningkat. Kandungan nutrisinya yang tinggi serta rasanya yang nikmat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan permintaan komoditas ini terus melonjak.

Ciri-ciri kerang abalon.

  • Bentuk cangkangnya bulat oval, namun tidak pipih seperti halnya kerang kijing.
  • Telinga atau auriform disebut pula denagn ear shell yang terdapat pada kerang abalon merupakan bentuk dari cangkangnya.
  • Memiliki 2 hingga 3 puntiran atatu disebut pula whorl.
  • Puntiran terbesarnya dan juga body worl memiliki rangkaian lubang dengan jumlah 4 hingg 8 buah. Atau bergantung dari jenisnya, terletak di dekat sisi anterior.

Abalon, Prospek Ekspor yang memilik permintaan cukup tinggi

Seperti halnya makanan laut lainnya yang mengalami permintaan yang cukup tinggi di pangsa pasar, produksi abalon telah bergeser dari tangkapan ke budidaya, dan saat ini lebih dari 95 persen abalon dunia berasal dari budidaya.

Pasar untuk abalon sebenarnya masih terbuka untuk negara-negara Asia seperti: Cina, Korea, Taiwan, Jepang; dan juga negara-negara di Eropa serta Amerika Serikat (Setyono, 2009). Produksi abalon baik dari tangkapan alam dan budidaya belum bisa memenuhi permintaan pasar yang ada.

Permintaan abalon di dalam negeri seperti restoran dan hotel, serta pasar luar negeri belum terpenuhi dari produksi dalam negeri.

Untuk pemesanan indukan Abalon Unggul silahkan klik link ini :
Jual Induk Abalon Unggul, Kerang Primodona dengan Harga Murah Grosir

Indonesia merupakan tempat potensial untuk Budidaya Abalon

Pengembangan budidaya abalon sendiri sangat potensial dilakukan di Indonesia. Perairan laut Indonesia yang luas dan juga potensi pakan abalon yang bisa diproduksi sepanjang tahun merupakan faktor yang sangat mendukung untuk budidaya abalon.

Budidaya abalon dapat menjadi alternatif atau tambahan penghasilan bagi masyarakat pesisir dan sekaligus memberikan dampak positif secara ekologis, yaitu mengurangi tekanan terhadap eksploitasi sumber daya abalon dari alam

Pembudidayaan abalon relatif mudah dilakukan dibandingkan dengan biota laut lainnya. Meskipun demikian, usaha budidaya selalu terkait dengan sektor lain sehingga harus dikelola secara terintegrasi.

Cara Budidaya Kerang Abalon

Budidaya Kerang Abalon
Budidaya Kerang Abalon

Terkenal hidup di perairan dangkal, budidaya kerang abalon lebih mudah terkena pencemaran jika dibandingkan dengan Budidaya Bibit Ikan Lainnya. Namun tentu ada siasat atau tips dalam merawat serta membesarkan kerang abalon.

Kelayakan lokasi budidaya berdasarkan kondisi fisik perairan

  • Perairan terlindung dan aman untuk membangun konstruksi karamba apung.
  • Lokasi mempunyai topografi yang landai agak curam dengan dasar batu berpasir.
  • Suhu air berada pada kisaran 26-30°C
  • Kecerahan air lebih dari 5 m.
  • Kecepatan arus berkisar 10-30 cm/detik
  • Kedalaman air pada saat surut minimal 5 m (idealnya 10-15 m).
  • Lokasi tidak berdekatan dengan muara sungai.
  • Bebas dari pencemaran, buangan industri, limbah pertanian dan rumah tangga.
Menguji Lokasi Kelayakan Budidaya Abalon
Menguji Lokasi Kelayakan Budidaya Abalon

Kelayakan lokasi budidaya berdasarkan kondisi kimia perairan

PARAMETER NILAI OPTIMAL UNIT
Salinitas 29 – 33 ppt
pH air > 7
Oksigen terlarut (DO) > 5 ppm

Lokasi budidaya abalon memenuhi kriteria aksesibilitas

  • Lokasi budidaya mudah dijangkau dan keamanan terjamin.
  • Lokasi budidaya dekat dengan sumber rumput laut.
  • Terdapat sarana dan prasarana yang memadai pada lokasi budidaya sehingga  memudahkan kegiatan pemeliharaan dan juga penanganan hasil panen dan pemasaran produk.
  • Lokasi budidaya berdekatan dengan sumber benih berkualitas

Untuk sumber Benih Abalon yang Berkualitas bisa di Beli di sini :
Jual Benih Abalon Berkualitas Unggul dengan Bibit dengan Harga Murah, Terbaik

 

Lokasi budidaya dekat dengan sumber rumput laut.
Lokasi budida Abalone dekat dengan sumber rumput laut.

Budidaya Abalon Paling Praktis dengan Metode Keramba Apung

Keramba Apung, Merupakan salah satu cara paling praktis dalam Budidaya Kerang Abalon
Keramba Apung, Merupakan salah satu cara paling praktis dalam Budidaya Kerang Abalon
  • Bingkai keramba dapat terbuat dari bahan bambu, kayu atau pipa high density polyethylene (HDPE).
  • Pelampung untuk mengapungkan karamba di atas permukaan air dapat berupa drum plastik atau sty rofoam yang dibungkus bahan kedap air.
  • Pemberat/jangkar untuk mempertahankan posisi keramba agar tidak berubah posisi karena tekanan arus air.
  • Wadah budidaya dapat berupa rangkaian keranjang plastik berlubang berbentuk persegi panjang. Sebagai contoh dua buah keranjang berukuran 45 x 32 x 17 cm yang disusun berhadapan.

 

Wadah budidaya dapat berupa rangkaian keranjang plastik berlubang berbentuk persegi panjang.
Wadah budidaya dapat berupa rangkaian keranjang plastik berlubang berbentuk persegi panjang.
  • Wadah budidaya dapat disesuaikan dengan ketersediaan bahan di lokasi pemeliharaan.
Wadah Tempat Budidaya Abalone
Wadah Tempat Budidaya Abalone
Wadah Tempat Budidaya Abalone
Wadah Tempat Budidaya Abalone
  • Keranjang diikat dengan tali PE dan digantung pada karamba pada kedalaman 2-3 m dari permukaan laut.
Keranjang tempat Bibit Abalon
Keranjang tempat Bibit Abalon
  • Jarak antar keranjang minimal 1 meter agar tidak saling terlilit.
  • Rumah jaga dan gudang sebagai tempat berteduh bagi ekerja dan penyimpanan fasilitas budidaya.
  • Perlengkapan karamba lainnya seperti spatula, sikat, keranjang, wadah plastik, timbangan dan perahu.
Keranjang dengan isi bibit abalon yang telah di gantung
Keranjang dengan isi bibit abalon yang telah di gantung

Ciri-ciri benih abalon yang unggul siap untuk dibudidayakan adalah:

  • Mempunyai ukuran yang relatif seragam.
  • Warna cangkang cerah.
  • Bagian tubuh tidak cacat atau luka.
  • Melekat erat pada substrat.
  • Bila diangkat kaki jalannya aktif.
  • Bergerak
  • Berusaha membalikkan tubuhnya.

Jika anda ingin memesan Bibit Abalon Unggul
silahkan hubungi kami
Bapak Hendi  0812-3613-9507

kami juga jual Bibit Ikan Air Tawar yang berkualitas dan unggul, tentu saja harga murah dan grosir

Cara melakukan aklimatisasi atau proses adaptasi pada benih Kerang Abalon di tambak budidaya:

  • Letakkan dan buka kotak styrofoam di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar  matahari langsung.
  • Buka kantong plastik dan letakkan pipa PVC berisi benih pada kotak styrofoam.
Benih danBibit Abalon yang sedang di buka dari Plastik Packing
Benih danBibit Abalon yang sedang di buka dari Plastik Packing
  • Masukkan air sedikit demi sedikit dan tunggulah abalon sampai aktif bergerak.
Proses Adaptasi Benih Abalon sebelum di Budidayakan
Proses Adaptasi Benih Abalon sebelum di Budidayakan
  • Lepaskan waring pada kedua sisi pipa dan letakkan pipa dalam keranjang budidaya.
Proses meletakkan Bbit Abalon di Keranjang Budidaya
Proses meletakkan Bbit Abalon di Keranjang Budidaya
  • Berikan rumput laut secukupnya Waktu penebaran sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.
  • Padat tebar benih abalon ukuran panjang cangkang 25-30 mm adalah sebanyak 125-150 ekor per keranjang atau 868-1041/m , atau sebanyak 250-300 ekor per atau 1736-2083 unit (2 pasang keranjang).

Cara Memberikan Pakan Abalon untuk hasil yang Maksimal

  • Jenis dan Cara Pemberian Pakan Jenis pakan benih abalon yang utama adalah  rumput laut Gr acilaria sp. baik yang tumbuh secara alami di laut, maupun yang  berasal dari hasil budidaya di tambak. Gr acilaria dari hasil budidaya lebih   diutamakan karena ketersediaannya bisa terjamin.
  • Lakukan pencucian pakan rumput laut dengan air tawar sebelum diberikan pada abalon untuk melepaskan biota penempel yang berpotensi menjadi hama kompetitor atau predator abalon, misalnya saja kepiting.
  • Pemberian pakan rumput laut dilakukan setiap 3 hari sekali dengan dosis pakan yang telah ditentukan sesuai table pemberian pakan dibawah.
  • Peningkatan atau penurunan dosis pakan dapat disesuaikan dengan nafsu makan abalon.
  • FCR untuk budidaya abalon ini adalah = 20-25.
Proses Pemberian Pakan Abalon
Proses Pemberian Pakan Abalon

Cara Perawatan Unit Budidaya Abalon

  • Bersihkan keranjang dari kotoran, lumut, maupun hewan penempel setiap 2-4 minggu untuk memperlancar proses pergantian air agar kualitas air dalam keranjang dapat terjaga dengan baik.
  • Bersihkan keranjang yang lama dan simpan kembali untuk penggunaan berikutnya.
  • Lakukan pemeriksaan fasilitas karamba setiap selesai panen.

Cara Memanen Abalon untuk Menghasilkan Nilai Jual yang Tinggi dan Produktivitas Unggul

  • Pemanenan dilaksanakan ketika abalon sudah mencapai ukuran panen yaitu panjang cangkang 6-7 cm dengan kisaran berat 50-60 g/ekor (waktu pemeliharaan kurang lebih 8-12 bulan).
  • Abalon yang mempunyai nilai ekonomis adalah abalon yang tidak cacat, tidak terdapat retak pada cangkang, dan tidak terdapat luka pada kaki.
  • Abalon yang masih menempel pada shelter ditempatkan pada ember yang berisi air laut dan sedikit demi sedikit suhunya diturunkan sampai 15-20 C sehingga O abalon akan terlepas dari substrat.
  • Selain penurunan suhu, air laut dapat disemprotkan untuk merangsang abalon untuk bergerak, sehingga abalon akan mudah diambil dari substrat.
  • Apabila masih ada abalon yang menempel pada substrat, maka pisahkan abalon secara hati-hati dengan spatula plastik yang pipih dan tipis. Pengambilan abalon dilakukan pada saat bergerak melalui bagian belakang.
  • Timbang abalon untuk mengetahui produksi hasil panen.
  • Puasakan abalon selama dua hari. Tujuan dari pemuasaan ini untuk mengurangi kotoran abalon selama transportasi. Kotoran akan meningkatkan ammonia dan dapat meracuni abalon sehingga menyebabkan kematian.
  • Bersihkan abalon dengan air laut dari sisa pakan yang menempel.
  • Masukkan abalon dalam kantong plastik berukuran 40 x 60 cm rangkap dua dengan jumlah abalon per plastik adalah 15-20.
  • Tambahkan oksigen dan ikat plastik dengan kuat.
  • Tempatkan plastik dalam boks dan atur suhu pada 20-25 oC dengan menggunakan es yang dibungkus kertas koran.
Panen Kerang Abalon
Panen Kerang Abalon

Daftar Pustaka :

  • Tim Perikanan WWF – Indonesia – wwf.or.id